Tangani Polusi Udara, Komisi D Minta Data Lengkap ISPU

July 19, 2019 5:23 pm

Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta mendorong Dinas Lingkungan Hidup (LH) segera memberikan data lengkap indeks standard pencemaran udara (ISPU) untuk menangani buruknya kualitas udara yang terjadi belakangan ini.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Tandanan Daulay menilai, penanganan cepat perlu dilakukan mengingat Jakarta yang akan memasuki musim kemarau.

“Karena itulah, kita harus segera berdiskusi soal permasalahan (polusi) ini supaya tidak kembali meluas ke sektor-sektor lainnya,” ujarnya, Jumat (19/7).

Agar buruknya kualitas udara tak mengancam kesehatan warga, Daulay mengusulkan agar Dinas LH segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Ia mengharapkan upaya penanganan dapat dilakukan dalam rapat gabungan antar Komisi D dan Komisi E DPRD DKI Jakarta.

“Kalau ada sudah data-data itu, bisa langsung dicarikan jalan keluarnya bagaimana caranya masalah polusi udara ini bisa teratasi sedini mungkin, baik musim kemarau ataupun musim hujan sekalipun. Jadi masalah-masalah yang ada bisa terselesaikan harusnya dalam jangka panjang, bukan sebaliknya,” ungkap Daulay.

Dinas LH Provinsi DKI Jakarta sebelumnya mengingatkan kualitas udara di Jakarta rentan bagi bayi dan manula saat musim kemarau. Meski demikian, kualitas udara tersebut masih dinilai baik untuk orang normal.

Berdasarkan data Dinas LH DKI, kondisi udara per Januari hingga April masih tergolong baik, namun sempat memburuk saat DKI Jakarta memasuki musim kemarau yang dimulai sekitar akhir Mei. Atas dasar itu, Dinas LH DKI tetap mengimbau masyarakat tetap menjaga kondisi kesehatan, khususnya yang sensitif terhadap polusi udara seperti bayi dan manula.

Sedangkan, masyarakat yang sensitif terhadap kondisi udara dapat mengurangi aktivitas di luar untuk mengurangi terpaparnya mereka terhadap polusi.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, musim kemarau di Jakarta akan berlangsung hingga Oktober 2019. Dengan rincian, awal musim kemarau tahun ini baru dimulai akhir Mei dan Juni serta puncak musim kemarau di Jakarta akan terjadi pada Agustus dan September 2019.

Berdasarkan pemantauan hari tanpa hujan (HTH), BMKG menilai ada wilayah di Jakarta Utara yang tidak hujan lebih dari 60 hari. Sementara sebagian wilayah Jakarta yang lain tidak hujan antara 31-60 hari. (DDJP/alw/oki)