Mudik, kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat Jakarta ketika menghadapi libur Panjang. Termasuk pada momentum Lebaran.
Pada libur Lebaran tahun ini, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar Program Mudik Gratis. Kegiatan tersebut tentunya menuai dukungan dari kalangan politisi di DPRD DKI Jakarta.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail menyatakan, program tersebut terbilang efektif membantu masyarakat.
Program Mudik Gratis memudahkan masyarakat menempuh perjalanan mudik. Membantu meminimalisasi potensi kecelakaan.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail. (dok.DDJP)
Ismail mengaku, mendorong peningkatan volume kendaraan dalam Program Mudik Gratis. “Baik berbasis anggaran APBD maupun CSR dari sejumlah perusahaan,” ujar Ismail, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut, sambung politisi PKS itu, perlu inovasi. Terutama dalam memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan. Tentunya bagi penumpang dan pengemudi.
“Sopirnya itu penting karena di belakangnya ratusan nyawa ini,” tandas Ismail.
Menurut dia, pemeriksaan kelaikan armada (ramp check) perlu menjadi prioritas. Termasuk persiapan rest area yang memadai.
Rest area yang tidak memenuhi kapasitas dapat memicu kemacetan tak terduga. Bahkan, antrean kendaraan berpotensi merambat hingga ke jalan tol.
“Berdasarkan pengalaman kemarin justru terciptanya macet baru yang tidak terduga akibat minimnya rest area,” ungkap Ismail.
Ismail juga mengingatkan kepada Pemprov DKI bahwa minat masyarakat terhadap Program Mudik Gratis sangat tinggi.
“Sebenarnya kalau bicara animo itu tinggi, permasalahannya adalah terbatasnya armada. Solusinya adalah tingkatkan armadanya itu,” tambah dia.
Rencananya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan menggelar Program Mudik Gratis 2025.
Sebanyak 293 armada bus yang disiapkan untuk mengangkut 22.400 warga Jakarta yang akan mudik ke kampung halaman pada Lebaran 2025. (red)