Menuju kota bisnis berskala global, DKI Jakarta memiliki tantangan dalam bidang ketahanan ekonomi yang inovatif dan berkelanjutan. Untuk mencapainya, tentu kolaborasi dengan mitra internasional sangat dibutuhkan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Khoirudin pada saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Inggris Raya untuk Indonesia di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (24/3).
Sehubungan dengan itu, Khoirudin menyampaikan, DKI Jakarta telah memiliki hubungan yang erat dengan Inggris Raya dalam menjalin kerja sama di berbagai lembaga.
Salah satunya, Foreign Commonwealth & Development Office (FCDO), UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT), dan UK Export Finance (UKEF).
“Melalui kolaborasi kita dapat mempercepat tujuan pertumbuhan dan keberlanjutan Jakarta, menciptakan ekonomi yang berkembang dan tangguh yang akan menarik bisnis dan bakat internasional,” ujar Khoirudin.
“Dengan keahlian Inggris, kita dapat memposisikan Jakarta tidak hanya sebagai pemimpin di Asia Tenggara tetapi juga sebagai pemain global utama dalam beberapa dekade mendatang,” tambah Khoirudin.
Melalui kerja sama tersebut, sambung Khoirudin, Kedutaan Besar Inggris Raya telah memberikan berbagai bantuan kepada DKI Jakarta.
Seperti, kajian efisiensi energi pada 27 RSUD, Pengelolaan Sampah, Transit Oriented Development Kota Tua, International Finance Corporation APEX on Climate Investment Opportunities Diagnostic.
Sehingga, kerja sama tersebut sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan kota Jakarta untuk menjadi kota bisnis berskala global.
“Penting bagi kami membuktikan keseriusan ini, maka kajian-kajian yang telah dilaksanakan memiliki manfaat dan sesuai dengan kebutuhan untuk dapat direalisasikan,” jelas Khoirudin.
Untuk itu, Khoirudin berharap, kolaborasi Jakarta dengan Inggris Raya dapat menjadi mitra yang berakar pada nilai-nilai bersama dalam memajukan kota yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan begitu Jakarta dapat menjadi kota bisnis berdaya saing secara global.
“Dengan memperdalam kerja sama, kita akan membangun masa depan yang lebih cerah bagi Jakarta. Tentu masa depan yang sejahtera, hijau, dan berada di antara kota-kota paling berpengaruh di dunia,” harap Khoirudin.
Sementara itu, Duta Besar Inggris Raya untuk Indonesia Dominic Jermey menyatakan, Jakarta akan selalu menjadi mitra yang penting bagi Inggris, meski tak lagi menjadi ibukota.
Sebab Jakarta memiliki potensi yang kuat untuk dikolaborasikan antara Jakarta dengan Inggris dalam pengembangan infrastruktur berkelanjutan.
Di antaranya, mendukung pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) sebagai area pengembangan transit oriented development (TOD). Sehingga dengan sistem berkelanjutan, aksesnya dapat memudahkan masyarakat.
Selain itu, lanjut Jermey, Inggris juga ingin mendukung masyarakat DKI Jakarta mendapatkan program terbaik untuk mempelajari belajar bahasa Inggris. Khususnya untuk sekadar liburan maupun keahlian bahasa untuk profesi.
“Saya sangat suka dan ingin hal ini untuk dikembangkan. Sehingga beberapa tahun ke depan, saya ingin mengatakan tentang berbagai area baru untuk berkolaborasi antara Jakarta dan Inggris,” pungkas dia. (apn/df)