DPRD Ingin Pemprov Genjot Minat Sadar Sejarah Siswa Sekolah

April 10, 2023 7:18 pm

Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta meminta Dinas Kebudayaan melakukan terobosan untuk meningkatkan ketertarikan dan kesadaran anak-anak sekolah akan pentingnya sejarah.

Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta Yusuf menyampaikan, untuk mencapai keberhasilan tersebut perlu adanya dukungan anggaran, kolaborasi dan sinergitas kerja lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Ditarik lagi anak-anak SD dan SMP agar bisa lihat museum sejarah, museum kebudayaan. Kalau bisa digratiskan, dianggarkan dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, untuk mengajak anak-anak kita belajar sejarah,” ujarnya di gedung DPRD DKI, Senin (10/4).

Yusuf juga menyarankan salah satu terobosan yang bisa digunakan Dinas Kebudayaan untuk menarik minat anak-anak terhadap sejarah yakni membuat kompetisi dengan aplikasi yang sedang populer.

“Bikin kontes, misalnya kontes tiktok di museum. Dengan adanya perubahan teknologi, bapak (kepala dinas) juga harus mengimbangi keinginan anak-anak tetapi tetap tahu sejarah bangsa,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengaku akan memaksimalkan upaya-upaya untuk menyadarkan anak didik akan pentingnya sejarah dan cinta terhadap museum. Saat ini pihaknya juga telah melakukan sejumlah upaya yang sifatnya pembinaan.

“Dinas kebudayaan cukup banyak kegiatan-kegiatan yang sifatnya pembinaan. Ada festival teater pelajar, pembinaan seni budaya di 360 titik yang tersebar di DKI Jakarta, ada seni tari pembuka, seni musik, mural, seni rupa, silat dan lain-lain,” katanya.

Selain itu pihaknya juga menjadwalkan beberapa sekolah untuk melakukan kunjungan rutin ke 11 museum dibawah naungan Dinas Kebudayaan. Mulai dari museum sejarah, museum seni rupa dan museum wayang.

“Ketiga kategori ini ada di kawasan kota semua. Ke Utara ada Museum Kebaharian, ada juga Museum Tekstil di daerah Jakarta Barat, kemudian Museum Betawi yang sedang kita kembangkan di pusat perkembangan budaya betawi di Setu Babakan. Ada juga museum Benyamin Sueb, Museum Joang, dan Museum MH Thamrin,” tandas Iwan. (DDJP/gie)