Komisi E Upayakan Solusi Untuk Mantan Gafatar

March 4, 2016 6:47 pm

Para mantan anggota Gafatar merasa kesulitan dalam mencari pekerjaan, tempat tinggal serta belum sepenuhnya diterima dilingkungan sosial masyarakat.

Sebanyak empat orang mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mengadu nasibnya ke Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, Jumat (4/3). Mereka diterima oleh Wakil Ketua Komisi E, HM. Ashraf Ali dan Anggota Komisi E, Johan Musyawa, Ramly HI Muhammad serta Mualif, ZA.

Dalam dialog dengan Komisi E, para mantan anggota Gafatar tersebut merasa kesulitan dalam mencari pekerjaan, tempat tinggal serta belum sepenuhnya diterima dilingkungan sosial masyarakat.

“Kami kesulitan dalam mencari pekerjaan dilingkungan kami yang baru. Bahkan niat baik kami untuk kembali ke jalan yang benar belum diakui oleh masyarakat,” kata Sukirno.

Menanggapi hal itu, Komisi E akan memfasilitasinya kepada instansi terkait, khususnya Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta atas keluhan yang disampaikannya.

“Dewan hanya dapat menampung aspirasi para mantan anggota eks-gafatar dan memfasilitasinya kepada Pemerintah untuk ditindak lanjuti,” kata Johan Musyawa

HM. Ashraf Ali mengatakan Komisi E akan berupaya mencarikan solusi mengenai pekerjaan serta tempat tinggal.

“Kami akan bantu mencarikan solusi berkaitan dengan pekerjaan dan tempat tinggal,” kata HM. Ashraf Ali.

Dikatakannya, Komisi E akan berupaya memfasilitasi kepada masyarakat agar keberadaan mereka diterima dilingkungan sekitar. Namun demikian kepada eks Gafatar agar mematuhi semua peraturan pemerintah agar kembali ke jalan yang benar.

“Dengan niat baik untuk bertaubat kembali kejalan yang di ridhoi Allah SWT, seyogyanya kita dapat menerima keberadaannya,” kata HM. Ashraf Ali.

Saat dialog dimulai, HM. Ashraf Ali dan Johan Musyawa mengajak keempat orang tersebut untuk melaksanakan sholat Jum’at berjama’ah di gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta beserta anggota Dewan serta para Jama’ah lainnya.

Sebelum diterima oleh Komisi E, keempat mantan anggota Gafatar tersebut pada Kamis (3/3) malam mendatangi kediaman Johan Musyawa untuk mengadukan apa yang dikeluhkan mereka selama ini. Setelah berbincang, Johan Musyawa menyarankan agar mereka menyampaikan aspirasi atau yang dikeluhkan kepada DPRD Provinsi DKI Jakarta, khususnya Komisi E. (red/wa)